Di Indonesia, harga dan ongkos untuk barang-barang dan servis dapat ditawar. Tentu saja, di pusat berbelanja dan mal besar, harga-harga biasanya harga mati. Tapi, di jalan dan di pasar, anda bisa tawar-menawar untuk harga yang lebih murah. Juga, di daerah turis – di mana barang suvenir dijual – tawar-menawar diharapkan, jadi, harga-harga dinaikkan supaya dapat ditawar ke bawah.
Proses tawar-menawar tidak sulit mengerti. Pertama-tama, anda harus memilih harga yang anda kira sesuai untuk benda yang ingin dibeli. Sebaiknya anda berkeliling dari toko ke toko dulu, dan mencari harga biasa untuk barang itu.
Kalau anda melihat sesuatu yang menarik dan mau dibeli, menanya harga saja. Kemudian, kalau penjual mengatakan harga untuk benda itu, memperlihatkan sedikit kejut dan heran, lalu minta dengan hormat, “Boleh tawar?”. Dia mungkin akan setuju, lalu anda bisa menawar. Janganlah menawarkan harga yang terlalu kecil, karena penjual akan merasa dihinakan.
Sesudah itu, kalau anda bisa setuju dengan penjual itu tentang harga, anda bisa membeli. Tapi, kalau anda tidak setuju, sebaiknya anda berangkat dari toko itu dan mencari di toko lain. Janganlah menjadi terlalu tertarik pada suatu benda, karena penjual akan melihat ini dan tidak akan mengurangi harganya.Ingatlah, kebanyakan barang bisa dibeli di mana saja. Sementara anda sedang berangkat dari toko itu, penjual itu mungkin akan menawari harga terakhir. Kemudian, anda dapat setuju dan membeli atau terus berangkat.
Hal yang paling penting di permainan tawar-menawar adalah menonton dan membaca ekspresi wajah penjual dan mendengarkan kelentongnya. Tanda-tanda ini akan memberitahu apa yang harus anda lakukan.
Sumber-Sumber
Quinn, G., The Indonesian Way, Buku 4, hal. 814-820






